Dismiss this notice
Selamat datang di Forum Kuark, kamu perlu mendaftar terlebih dahulu untuk dapat menggunakan forum ini.
Klik disini untuk mendaftar.
Bila sudah pernah mendaftar, klik disini untuk masuk


Thread Rating:
  • 1 Vote(s) - 5 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Gutasi?
#1
Karena lebih sering terjadi pada tetumbuhan yang hidup di daerah lembap, gutasi mungkin merupakan salah satu bentuk adaptasi.

Mengapa tumbuhan semacam itu mengalami gutasi?


Sumber: Rubrik Botani Komik Sains Kuark T XIII Level 3 Edisi 3
Reply
#2
Hallo Sahabat, sudah membaca Komik Sains Kuark edisi 3, kan? Gimana? Sudah bisa menemukan jawaban dari pertanyaan ini?
Reply
#3
Sudah. Kuark, Gutasi adalah keluarnya air dalam bentuk cair, kan? Jadi, Gutasi terjadi karena laju transpirasi menjadi rendah dan tekanan akar menjadi tinggi, kan?
Reply
#4
(10-01-2017, 09:58 PM)joshuakenny77 Wrote: Sudah. Kuark, Gutasi adalah keluarnya air dalam bentuk cair, kan? Jadi, Gutasi terjadi karena laju transpirasi menjadi rendah dan tekanan akar menjadi tinggi, kan?

Sudah, Kuark. Setuju sama @joshuakenny77. Gutasi itu merupakan fenomena keluarnya zat cair dari daun tumbuhan. Alasannya karena terlalu banyak air yang diserap sehingga perlu juga untuk banyak dikeluarkan.
Ya, kan ?  Idea
Reply
#5
karena terjadi pada sat laju penyerapan air tinggi,tetapi laju transpirasi rendah,misalnya ketika udara di sekitar tumbuhan amat lembab.

sumber: Rubrik Botani Komik Sains Kuark T XIII Level 3 Edisi 3
Reply
#6
(22-03-2017, 06:00 PM)Francesco Wrote: karena terjadi pada sat laju penyerapan air tinggi,tetapi laju transpirasi rendah,misalnya ketika udara di sekitar tumbuhan amat lembab.

sumber: Rubrik Botani Komik Sains Kuark T XIII Level 3 Edisi 3

yuph...
Reply
#7
Karena udara lembap dan klorofil tertutup jadi keluar lewat hidatoda
Reply
#8
wah Jennifer pinter banget..

aku nggak ngerti apa itu Hidatoda. Bisakah kamu jelasin ?
Reply
#9
Guttation
From Wikipedia, the free encyclopedia
Guttation on Equisetum

Guttation is the exudation of drops of xylem sap on the tips or edges of leaves of some vascular plants, such as grasses. Guttation is not to be confused with dew, which condenses from the atmosphere onto the plant surface.

Contents

1 Process
2 Chemical content
3 Analysis
4 See also
5 References

Process
Guttation
Guttation on a strawberry leaf
Guttation on a prayer plant

At night, transpiration usually does not occur because most plants have their stomata closed. When there is a high soil moisture level, water will enter plant roots, because the water potential of the roots is lower than in the soil solution. The water will accumulate in the plant, creating a slight root pressure. The root pressure forces some water to exude through special leaf tip or edge structures, hydathodes or water glands, forming drops. Root pressure provides the impetus for this flow, rather than transpirational pull. Guttation is most noticeable when transpiration is suppressed and the relative humidity is high, such as during the night.
Chemical content

Guttation fluid may contain a variety of organic and inorganic compounds, mainly sugars, and potassium.[1] On drying, a white crust remains on the leaf surface.

Girolami et al. (2005) found that guttation drops from corn plants germinated from neonicotinoid-coated seeds could contain amounts of insecticide consistently higher than 10 mg/l, and up to 200 mg/l for the neonicotinoid imidacloprid. Concentrations this high are near those of active ingredients applied in field sprays for pest control and sometimes even higher. It was found that when bees consume guttation drops collected from plants grown from neonicotinoid-coated seeds, they die within a few minutes.[2] This phenomenon may be a factor in bee deaths and, consequently, colony collapse disorder (CCD).
Analysis

If high levels of nitrogen appear in the fluid, it is a sign of fertilizer burn[citation needed]. Excess nitrogen must be leached from the soil by addition of large quantities of water. This is the best way to restore soil fertility, but it may result in water pollution.[3]
Reply
#10
Gutasi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Gutasi dapat diamati sebagai titik-titik air di tepi daun.

Gutasi adalah proses pelepasan air dalam bentuk cair dari jaringan daun .[1] Istilah gutasi pertama kali dipakai oleh Burgerstein.[1] Gutasi terjadi saat kondisi tanah sesuai sehingga penyerapan air tinggi namun laju penguapan/ transpirasi rendah maupun ketika penguapan air sulit terjadi karena tingginya kelembaban udara.[1][2] Proses gutasi terjadi pada struktur daun mirip stomata yang bernama hidatoda.[2] Gutasi dapat diamati dengan munculnya tetes-tetes air di tepi daun yang tersusun teratur.[1]

Tingkat terjadinya gutasi sangat rendah dibandingkan dengan transpirasi.[1] Gutasi juga lebih jarang diobservasi daripada transpirasi.[1] Titik-titik air di tepi daun yang terjadi akibat gutasi di pagi hari sering disalahartikan sebagai embun.[1]

Daftar isi

1 Mekanisme
2 Kualitas air hasil gutasi
3 Perbedaan gutasi dan transpirasi
4 Efek gutasi bagi tanaman
5 Referensi

Mekanisme

Pengeluaran air melalui proses gutasi terjadi akibat adanya tekanan positif akar.[1] Meskipun ketika laju transpirasi rendah, akar terus menyerap air dan mineral sehingga air yang masuk ke jaringan lebih banyak daripada yang dilepaskan keluar.[3] Kondisi yang tidak mendukung terjadinya tekanan akar seperti suhu dingin dan tanah yang kering menghambat terjadinya gutasi.[1] Kekurangan mineral juga diketahui memengaruhi proses gutasi.[1]

Bila transpirasi terjadi pada stomata, maka gutasi terjadi pada struktur khusus bernama hidatoda.[1] Hidatoda seringkali disebut sebagai stomata air.[1] Hidatoda terletak di ujung dan sepanjang tepi daun.[1] Oleh karena itulah, titik-titik air akan terlihat di ujung dan tepi daun.[1]

Gutasi biasanya terjadi pada malam hari, namun terjadi juga pada pagi hari.[1] Laju gutasi paling tinggi ditemukan pada tumbuhan Colocasia nymphefolia.[4] Gutasi paling banyak terjadi pada tumbuhan air, herba, dan rumput-rumputan.[4]
Kualitas air hasil gutasi

Titik-titik air yang keluar dari jaringan daun melalui proses gutasi bukanlah air murni.[1] Berbagai senyawa diketahui terlarut di dalamnya.[1] Beberapa senyawa yang ditemukan terlarut dalam titik-titik air tersebut adalah enzim, gula, asam amino, vitamin, serta mineral seperti P, K, Na, Mg, dan Fe.[1]
Perbedaan gutasi dan transpirasi

Beberapa perbedaan utama gutasi dan transpirasi adalah:[3]
Faktor Pembeda Gutasi Transpirasi
Bentuk air yang dilepaskan Pelepasan air dari jaringan tumbuhan dalam bentuk titik-titik air (cair) Pelepasan air dari jaringan tumbuhan dalam bentuk uap air
Kualitas air yang dilepaskan Air mengandung senyawa-senyawa terlarut dan garam mineral Air murni
Mekanisme Air dilepaskan melalui struktur hidatoda menuju ujung pembuluh daun Air dilepaskan melalui stomata, kutikula, dan/atau lentisel
Regulasi aktivitas Pembukaan hidatoda tidak dapat diregulasi Transpirasi melalui stomata diatur oleh sel penjaga
Waktu terjadi Pada malam atau pagi hari Pada saat ada sinar matahari (melalui stomata) dan sepanjang hari (melalui kutikula atau lentisel)
Efek gutasi bagi tanaman

Gutasi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kelangsungan hidup tumbuhan.[1] Namun kadangkala, gutasi diketahui dapat menyebabkan luka pada daun.[1] Hal ini diakibatkan oleh penumpukan garam yang terjadi bila titik-titik air di tepi daun telah menguap.[1] Kondisi tersebut membuat patogen seperti bakteri dan fungi dapat menyerang jaringan daun.[1]
Referensi

^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v (Inggris) Rajan, SS (1999), Introductory Modern Biology, Anmol Publications PVT. LTD., p. 162, ISBN 9788126102594 (Gutasi adalah... lihat di Penelusuran Buku Google)
^ a b (Inggris) "Plant Physiology". Biology Questions and Answers. 2011. Diakses tanggal 08-07-2011.
^ a b (Inggris) Rao, DK; Kaur, JJ (2006), Biology 10, Delhi: Ratna Sagar, p. 66, ISBN 9788183323789 (Perbedaan transpirasi dan gutasi lihat di Penelusuran Buku Google)
^ a b (Inggris) Soni, NK (2010), Fundamentals Of Botany Volume 2, Tata McGraw-Hill Education, p. 147, ISBN 9780070681774 (Hidatoda sering ditemukan pada... lihat di Penelusuran Buku Google)

Aardbei bloembodem vlezig.jpg Artikel bertopik botani ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.
Reply




Users browsing this thread: 1 Guest(s)